Kamu sudah punya website utama di domain.com, lalu ingin menambah blog WordPress di domain.com/blog tanpa membeli domain baru. Cara memasang WordPress di subdirektori menjadi solusi paling murah, karena semua berkas WordPress cukup diletakkan di dalam satu folder dan diakses lewat alamat yang sama. Bedanya dengan pemasangan di domain utama hanya pada lokasi folder dan dua pengaturan alamat di dashboard.
Sebelum mulai, pastikan hostingmu mendukung setidaknya satu database MySQL tambahan. Kalau paket hosting hanya mengizinkan satu database, cek dulu apakah panel hosting bisa membuat prefiks berbeda, misalnya wpblog_, agar tabel WordPress baru tidak bertabrakan dengan tabel situs lama.
Menyiapkan Folder dan Database untuk WordPress di Subdirektori
Masuk ke file manager atau klien FTP, lalu buat folder baru di dalam public_html sesuai nama yang kamu inginkan. Nama folder ini akan menjadi bagian dari URL, jadi pilih kata pendek seperti blog atau catatan. Hindari spasi dan huruf kapital karena akan menyulitkan penulisan alamat.
Setelah folder siap, buka panel hosting dan buat database MySQL baru beserta satu user yang punya hak akses penuh ke database tersebut. Catat tiga hal: nama database, nama user, dan kata sandi. Ketiganya dibutuhkan saat mengisi berkas konfigurasi. Kalau kamu belum yakin hosting mana yang memberi kemudahan pengaturan seperti ini, bandingkan dulu lewat panduan cara memilih hosting WordPress untuk pemula.
Mengunduh dan Mengekstrak WordPress
Unduh berkas WordPress terbaru dari situs resminya, lalu unggah ke dalam folder subdirektori yang tadi dibuat. Ekstrak di tempat, bukan di root domain. Struktur akhirnya akan terlihat seperti ini:
public_html/
├── index.php (situs lama)
├── wp-content/ (situs lama)
└── blog/
├── index.php
├── wp-admin/
├── wp-content/
└── wp-config.php
Kalau langkah ini terasa membingungkan karena kamu belum terbiasa mengelola berkas lewat panel hosting, pelajari dulu dasar-dasarnya di panduan dasar mengelola file di WordPress.
Mengisi wp-config.php dan Menjalankan Instalasi
Ganti nama wp-config-sample.php menjadi wp-config.php, lalu isi bagian berikut dengan data dari panel hosting:
define( 'DB_NAME', 'nama_database' );
define( 'DB_USER', 'user_database' );
define( 'DB_PASSWORD', 'kata_sandi' );
define( 'DB_HOST', 'localhost' );
$table_prefix = 'wpblog_';
Gunakan prefiks tabel yang berbeda dari situs lama. Ini mencegah WordPress baru menimpa tabel situs utama bila suatu saat kedua instalasi memakai database yang sama. Simpan berkas, lalu buka domain.com/blog/wp-admin/install.php di browser dan ikuti formulir pemasangan: judul situs, nama pengguna admin, kata sandi, dan alamat email.
Selesaikan proses ini sampai muncul halaman login. Jangan langsung mengisi konten karena masih ada satu pengaturan alamat yang harus dirapikan.
Mengatur Alamat Situs dan Folder Unggahan
Masuk ke dashboard WordPress di subdirektori, buka Settings → General, lalu isi dua kolom berikut:
- WordPress Address (URL):
https://domain.com/blog - Site Address (URL):
https://domain.com/blog
Keduanya harus sama karena WordPress dipasang dan diakses dari folder yang sama. Ini berbeda dengan kasus WordPress yang dipasang di root tetapi ingin diakses dari subdirektori, yang memerlukan penyesuaian index.php dan wp-config.php tambahan.
Memeriksa File .htaccess
Buka menu Settings → Permalinks dan simpan ulang tanpa mengubah apa pun. Langkah ini memicu WordPress menulis aturan rewrite ke .htaccess di dalam folder subdirektori. Aturan tersebut harus berada di folder blog, bukan di root domain. Kalau diletakkan di root, tautan halaman blog bisa berujung 404.
Sebelum mengubah pengaturan apa pun pada subdirektori, ambil salinan cadangan situs utama. Satu kesalahan pada .htaccess di root bisa membuat seluruh domain tidak bisa diakses.
Menangani Masalah Umum Setelah Pemasangan
Tiga gejala paling sering muncul setelah pemasangan di subdirektori. Periksa satu per satu sebelum menghubungi dukungan hosting.
- Halaman selain beranda error 404. Aturan rewrite belum aktif. Hapus
.htaccessdi folder subdirektori, lalu simpan ulang menu Permalinks. - Gambar gagal dimuat. Alamat unggahan masih mengarah ke domain utama. Perbaiki kolom Uploads di pengaturan Media atau perbarui
upload_pathlewat dashboard. - Tidak bisa login, muncul pesan cookie. Domain dan path cookie tidak cocok. Kosongkan cache browser, lalu pastikan kedua kolom URL di Settings → General memakai protokol dan nama folder yang benar.
Kalau kamu memindahkan instalasi lama ke subdirektori, periksa juga tabel wp_options lewat phpMyAdmin. Cari baris siteurl dan home, pastikan nilainya sudah memuat /blog di belakang domain. Kesalahan di dua baris ini sering membuat situs menampilkan halaman kosong.
Menjaga Keamanan Dua Instalasi di Satu Domain
Setiap instalasi WordPress punya titik masuk sendiri, jadi keduanya perlu diperbarui secara terpisah. Pasang plugin keamanan di masing-masing folder dan aktifkan pembaruan otomatis untuk versi minor. Langkah pemeriksaan rutin yang lengkap bisa kamu ikuti pada 7 langkah audit keamanan WordPress untuk situs kecil.
Untuk otentikasi, pertimbangkan penggunaan lapisan tambahan seperti autentikasi biometrik pada aplikasi pendamping di perangkat seluler bila tim kamu mengelola situs dari HP. Pembahasan perbandingannya ada di autentikasi biometrik vs kata sandi di aplikasi iOS.
Kalau suatu saat kamu perlu memantau aktivitas dua instalasi dari terminal, catat format log yang dipakai server agar mudah dibaca. Tips penyusunan formatnya tersedia di tips memilih format log untuk aplikasi Java intranet, dan prinsipnya berlaku juga untuk log web server.
Ringkasan
Memasang WordPress di subdirektori berarti membuat folder baru, menyiapkan database terpisah dengan prefiks tabel berbeda, lalu mengarahkan kedua kolom alamat ke domain.com/blog. Setelah instalasi selesai, simpan ulang Permalinks agar .htaccess berada di folder yang benar. Sisanya hanya soal perawatan rutin: pembaruan, cadangan, dan pemeriksaan tautan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah WordPress di subdirektori bisa memakai database yang sama dengan situs utama?
Bisa, selama prefiks tabelnya berbeda. Contohnya situs utama memakai wp_ dan blog memakai wpblog_. Namun memisahkan database lebih aman karena pencadangan dan pemulihan satu situs tidak akan menyentuh situs lain.
Bagaimana cara mengakses dashboard WordPress di subdirektori?
Tambahkan /wp-admin di belakang alamat subdirektori, misalnya domain.com/blog/wp-admin. Simpan alamat ini sebagai bookmark agar tidak tertukar dengan dashboard situs utama.
Apakah situs utama perlu diubah saat memasang WordPress di folder baru?
Tidak, asalkan folder subdirektori tidak bertabrakan dengan folder atau berkas yang sudah dipakai situs utama. Periksa juga aturan rewrite di .htaccess root agar tidak menangkap permintaan ke subdirektori.


